Jumat, 18 November 2016

Hikayat "1001 malam"











Pada suatu hari, tinggallah seorang Raja dengan permaisurinya di sebuah Istana megah. Sang Raja sangat kecewa terhadap istrinya yang telah berselingkuh. Ia 'pun menaruh dendam yang sangat dalam terhadap permaisurinya. bahkan, terhadap semua wanita. Setiap wanita dianggapnya tidak berbudi.
Permaisuri dibunuhnya untuk melampiaskan dendamnya itu. Setiap wanita yang mati dibunuh olehnya. Setelah semua wanita telah terbunuh, sampailah giliran anak menterinya. Sang menteri sangat sedih, karena bila ia tidak dapat mencarikan wanita untuk Raja, berarti ia akan dibunuh dan bila ia memberikan anak wanitanya, berarti anak wanitanya yang akan dibunuh. Melihat ayahnya yang sedih, putrinya yang bernama Syahrazat mengusulkan supaya dia saja yang di serahkan pada Raja dan biarlah ayahnya menjalankan tugas seperti biasa.
"Tak apa, Ayah. biar aku saja yang menikah dengan sang raja. lakukanlah pekerjaanmu dengan baik, aku akan menanggung segala risiko," ucapnya dengan penuh keteguhan hati. Karena desakan putrinya itu, maka dengan berat hati menteri itu menyerahkan anaknya kepada Raja. 
Setelah putri Syahrazat dinikahi oleh Raja yang kejam, mereka tinggal bersama. menjelang subuh, segeralah Raja mengeluarkan keris mautnya untuk menghabisi nyawa Syahrazat. Dengan sopan dan tabah, Syahrazat memohon kepada Raja, agar sebelum ia dibunuh, ia diperbolehkan menyampaikan sebuah cerita.
"Sebelum kau membunuku, izinkan aku mebacakan cerita, wahai Raja!" ucap Syahrazat. Permintaanya untuk bercerita dikabulkan oleh Raja. Lalu, Syahrazat 'pun bercerita dengan sungguh-sungguh, sehingga menjelang pagi cerita itu belum selesai dan Raja mengusulkan supaya cerita itu dilanjutkan malam berikutnya. 
Di dalam cerita yang disampaikan syahrazat. oleh putri Syahrazat terdapat cerita lagi. Cerita itu sangat menarik, sehingga Raja selalu mengusulkan supaya cerita itu dilanjutkan malam berikutnya. Demikianlah malam  demi malam keadaan itu berlangsung selama 1001 malam. Cerita yang disampaikan itu berisi hal yang ajaib dan perbandingan suatu hal. Lama kelamaan, Raja itu sadar atas kesalahannya yang menganggap bahwa semua wanita itu tidak baik.
Selama 1001 malam itu, lahirlah anak Raja atas perkawinanya dengan putri Syahrazat. Raja sangat sayang kepada putranya dan kemudian mumutuskan menjadikan putri Syahrazat sebagai permaisurinya. Kemudian mereka hidup dengan bahagia. Akhirnya Sang Raja mengakui kesalahannya dan menjadikan 1001 malam itu sebagai saksi atas dosa-dosanya yang besar sebelumnya.

Unsur Kebahasaan.
Unsur Intrinsik:
1.   Tema                : Balas dendam

2.   Alur                  : Alur maju Demikianlah malam demi malam keadaan itu berlangsung selama 1001 malam.

3.  Setting            
Tempat                 :  istana yang megah
Waktu                   : menjelang subuh dan malam hari

4.  Suasana            
-Kejam : Ketika Raja membunuh setiap putri dan berniat membunuh putri Syahrazat
-Mengharukan: Ketika putri Syahrazat merelakan dirinya untuk diserahkan kepada Raja
-Membahagiakan : Raja dan Putri Syahrazat memiliki putra dan hidup bahagia

5.  Perwatakan    
  • Raja, kejam : ia telah membunuh hampir seluruh wanita di sekitarnya
  • Raja, penyayang : ia sangat sayang kepada putranya
  • PutriSyahrazat, penyayang : ia sangat sayang kepada ayahnya, sehingga ia tidak tega kalau ayahnya yang akan dibunuh
  • PutriSyahrazat, sabardansopan : ia meminta dengan sabar dan sopan agar se belumia di bunuh, ia diperbolehkan untuk bercerita
6.  Amanat : kita tidak boleh berpikir negatif terhadap hal yang telah menimpa kita. Karena, terkadang suatu hal yang menimpa kita mempunyai makna yang menjadikan kita menjadi lebih baik.

Unsur Ekstrinsik :
  • Nilai kemanusiaan : Raja sangat tidak berperikemanusiaan karena telah membunuh hamper semua wanita
  • Nilai kasih sayang : Putri Syahrazat mengorbankan dirinya agar Raja tidak membunuh Ayah yang sangat disayanginya.
  • Nilai ketulusan : Putri Syahrazat bersedia menceritakan cerita yang baik selama 1001 malam dan menyadarkan raja atas kesalahannya



Jumat, 02 September 2016

LAPORAN HASIL OBSERVASI (LHO)

Observasi : Pantry

SMA N 11 Unggulan Pinrang memiliki Pantry. Merupakan tempat para siswa berkumpul untuk makan.Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok, para siswa juga menggunakan Pantry sebagai tempat berkumpul guna mengerjakan tugas kelompok. Sebagai tempat kunjungan, kebersihan Pantry begitu diperhatikan demi kenyamanan para pengunjungnya. maka dari itu, Pantry selalu terlihat bersih setiap saatnya.

Pantry di SMA N 11 Unggulan Pinrang terbagi menjadi 2, yaitu ; Pantry Putra dan Pantry Putri. Setiap harinya, Pantry menyediakan makanan sesuai dengan menu dan jadwal yang telah ditetapkan. Pantry memiliki petugas yang mengerjakan berbagai pekerjaan seperti ; menyediakan makanan, membersihkan Pantry, dan melayani para Siswa yang mengambil makanan. di setiap Pantry, terdapat tempat untuk mencuci piring dan gelas yang kotor. juga, tempat sebagai penyimpanan berbagai makanan. 

Setiap Siswa diharuskan untuk menuju ke Pantry tiga kali sehari untuk makan malam, makan pagi, dan makan siang. Snack juga tersedia setiap sorenya di pantry. Snack sebagai kudapan atau makanan ringan untuk para Siswa mengganjal perut sebelum makan Malam. Selain itu, salah satu program SMA N 11 Unggulan Pinrang yaitu KBM (Kegiatan Belajar Malam) dilaksanakan di Pantry. Program KBM yang dilaksanakan setiap malamnya menjadi rutinitas para siswa setiap malam hari.

Pantry yang menjadi salah satu tempat berkumpul untuk para siswa, merupakan salah satu tempat yang harus dimiliki oleh SMA N 11 Unggulan Pinrang sebagai sekolah asrama/Boarding school. Maka, Di setiap sekolah asrama akan terdapat Pantry sebagai sarana bagi siswa untuk kembali mengisi kalori tubuh yang hilang, guna kembali melakukan pembelajaran atau rutinitas/kegiatan sehari-hari. Pantry sebagai kunjungan para siswa, menjadi salah satu tempat yang paling sering dikunjungi oleh para siswa.






Kamis, 04 Agustus 2016

Cita-cita Dan Harapan 20 Tahun Yang Akan Datang.


“Cita-cita dan harapan
20 tahun yang akan datang”

Assalamu Alaikum WR.WB.
Namaku Annisa. Sekarang, Aku berumur 15 tahun. Itu artinya, Aku sudah duduk dibangku SMA. Aku adalah Anak sulung dari 3 bersaudara. Aku lahir di Pinrang, Kota asriku. Ayahku dan Ibuku asli Bugis. Jadi, Suku Keluargaku adalah Bugis. Dari 3 bersaudara, Aku adalah satu-satunya anak perempuan. Adikku yang tertua duduk di bangku SMP dan yang termuda duduk di bangku SD kelas 2. Mereka adalah Ahmad Abhiel As-Shiddiq dan Muhammad Afdhal. Dari 3 bersaudara, akulah yang memiliki nama tersingkat. 1 kata, Annisa. Saat kutanya Bapak, Dia menjawab, “namamu adalah bagian dari surah Al-Qur’an. Bukankah itu bagus?” katanya saat itu. Jadi, menyangkut nama, aku senang dengan namaku! Annisa yang berarti Wanita atau Perempuan.
Mengenai riwayat Pendidikan, Aku bersekolah di Sekolah unggulan dan itu sungguh membanggakan, sekaligus penuh tanggung jawab. SMA Negeri 11 unggulan Pinrang, itulah sekolah yang akan menjadi tempatku mengejar cita-citaku dan mewujudkan berbagai harapan yang tentunya harus kuraih. Aku alumni SMP Negeri 1 Pinrang dan SD Negeri 8 Pinrang. Masa kanak-kanak ku kuhabiskan di TK Aisyah Pinrang Barat. Bercerita mengenai cita-cita, seseorang tidak akan terlepas dengan tempatnya berusaha untuk meraih cita-cita tersebut termasuk Sekolah. Bagiku, Sekolah adalah tempat utuh untuk berlari mengejar cita-cita. Begitulah mengapa bagiku riwayat pendidikan itu penting.
Cita-cita... hal yang menjadi mutlak untuk orang-orang yang memikirkan masa depan. Maka, sepertinya Anak muda akan memiliki cita-citanya masing-masing, termasuk Aku. Kurasa, cita-cita sama halnya dengan harapan, cita-cita adalah bagian dari harapan, dan harapan seharusnya memang diwujudkan. Dengan cita-cita, berbagai harapan-harapan yang akan diwujudkan muncul. Harapan yang harus membuatku berusaha dan selalu berdoa. Karena, bagaimanapun itu, bukankah sang kuasalah yang akan menentukan segala hal yang akan terjadi?
Mengenai cita-cita, Aku adalah orang dengan cita-cita yang tinggi. Lagipula, cita-cita memang seharusnya setinggi langit ‘kan? Kalaupun terjatuh, kita akan terjatuh pada salah satu bintang di Angkasa, begitulah kata Pak Sukarno, salah satu tokoh yang namanya menjadi Biografi Orang penting di Indonesia. Beliau memang tokoh yang memiliki harapan tinggi, terlihat jelas dengan caranya membaca Proklamasi Indonesia, memperjuangkan bangsa, dan memimpin Indonesia. Maka, Beliau adalah sosok yang memang cocok dijadikan figur untuk meningkatkan semangat dan rasa pantang menyerah saat mengejar cita-cita.
Seiring berjalannya waktu, Cita-cita membawa berbagai harapan-harapan baru. Tentunya, harapan adalah hal yang juga harus dikejar dan diwujudkan. Untuk mewujudkan sebuah harapan itu tidak akan mudah. Maka, Aku akan berusaha keras untuk mewujudkan harapan dan Cita-citaku. Bermula dari tingkatan SMA, masa yang akan menjadi awal mula dari mewujudkan cita-cita, aku memilih untuk meninggalkan zona aman dan bersekolah di Boarding School atau Sekolah asrama. Awalnya terasa berat, namun, dimana ada tekad untuk menjadi lebih baik, maka, disitulah ada rasa yang kuat di dalam hati untuk bertahan ke depannya. Ada kata-kata yang menyebutkan “sukses itu harus menjauhi zona aman!” Maka, aku benar-benar meninggalkan zona aman itu untuk mewujudkan cita-citaku.
Harapanku yaitu dapat membanggakan Orangtua dengan menjadi Siswa yang berprestasi di Sekolah. Aku ingat betul saat Mereka berkata, “sekolah ‘lah yang tinggi Nak! Kamu akan jadi kebanggaan Kami!”. Bagiku, menjadi kebanggaan Orangtua merupakan motivasi terbesar. Aku benar-benar ingin melihat mereka menangis haru dengan kesuksesanku.
Cita-cita untuk 20 tahun ke depan! Sulit sekali untuk tertebak akan jadi apa Kita untuk 20 tahun ke depan. Namun, selalu ada cita-cita, maka, ada usaha untuk mewujudkannya.  Jika Seseorang berkata, “Apa kamu sanggup untuk lulus kuliah kedokteran? Atau STAN? Itu sulit!”. Maka, Aku akan menjawab, “Aku memiliki cita-cita. Maka, Aku akan mewujudkannya! Insya Allah dapat kuraih!” Lagipula, apa yang tidak mungkin jika penciptamu menghendaki?         
Bercerita mengenai awal mula aku memilih menjadi Dokter adalah saat Aku melihat dokter yang mengobati pasiennya. Tutur para Dokter yang lemah lembut dan terdengar bijak saat pasiennya berkonsultasi membuatku berkeinginan besar untuk menjadi seperti mereka, juga saat mereka mengenakan Jas Putih. Bagiku, menjadi Dokter juga pekerjaan yang melibatkan rasa ikhlas yang tinggi untuk menghabiskan waktu demi mengobati orang lain. Sedangkan, dalam hal perpajakan, aku berkeinginan untuk mendisiplinkan masyarakat dalam hal Administrasi. Menjadi pegawai Administrasi Negara juga pekerjaan yang diinginkan orangtuaku untukku.
Untuk 3 tahun ke depan, Aku memiliki harapan tinggi untuk lulus kedokteran atau STAN. Di saat menjadi Mahasiswa, aku ingin mendapatkan nilai yang tinggi dan mendapatkan Beasiswa untuk semester-semester selanjutnya yang akan kujalani. Aku sangat ingin mewujudkan harapan orangtuaku untuk menjadi pegawai administrasi negara!
Untuk beberapa tahun selanjutnya, Aku ingin menjadi Sarjana dengan nilai tertinggi dan mendapatkan pendidikan lanjut S2. Beberapa tahun setelahnya, Aku akan menjadi orang yang sukses dan memberangkatkan Orangtua untuk Haji atau Umroh dengan pendapatanku sendiri. Insya Allah dapat kuraih!
Untuk 20 tahun ke depan, Aku akan menjadi orang yang sukses dengan Pekerjaan yang dapat berguna bagi negara dan juga pekerjaan yang menjamin kehidupanku selanjutnya. Selain itu, Aku juga ingin agar dapat berguna untuk banyak orang dengan memiliki usaha yang juga sukses. Bukankah hal terbaik dari diri seseorang adalah menjadi berguna bagi orang lain? begitulah mengapa aku ingin menjadikan kesuksesanku kelak akan berguna bagi orang lain.
Untuk Cita-citaku 20 tahun ke depan, Aku akan meraihnya dengan menjalani masa SMA yang merupakan langkah awalku untuk menjadi lebih mandiri dan kuat mental untuk menghadapi rintangan yang akan kuhadapi demi mewujudkan cita-citaku. Namun, kata salah satu guru yang kuanggap sebagai motivatorku, beliaulah Pak Baharuddin, guru teladan dengan segudang prestasi lainnya. Beliau berkata, “sekeras apapun engkau giat belajar... jika Allah tidak menghendaki, maka, apa yang kau cita-citakan tidak akan terwujud! Maka, berserah dirilah kepadanya!”. Jadi, untuk mewujudkan cita-citaku, Aku akan selalu berdoa kepada Tuhan dan selalu giat untuk menuntut ilmu. Pak Bahar juga berpesan agar para siswanya mengenakan kacamata kuda, maksudnya, Kita harus fokus pada tujuan dan berlari untuk meraihnya tanpa harus melihat gangguan-gangguan yang datang. Terima kasih untuk motivasinya Pak! Saya benar-benar senang dengan ajaran-ajaranmu mengenai harapan!     
Semoga, cita-cita dan harapan kita semua dapat diwujudkan oleh Allah SWT. Juga jangan lupa untuk menyertakan usahamu! Insya allah, Cita-cita Kita semua dapat terwujud yah! Amien Ya Rabbal Alamin!



-sekian.
"Rengkuh Tuhan dalam setiap kejadian hidupmu! karena segala hal yang dikehendakinya tidaklah sia-sia semata!"