“Cita-cita dan harapan
20 tahun yang akan datang”
Assalamu
Alaikum WR.WB.
Namaku Annisa. Sekarang, Aku berumur 15 tahun. Itu artinya,
Aku sudah duduk dibangku SMA. Aku adalah Anak sulung dari 3 bersaudara. Aku
lahir di Pinrang, Kota asriku. Ayahku dan Ibuku asli Bugis. Jadi, Suku
Keluargaku adalah Bugis. Dari 3 bersaudara, Aku adalah satu-satunya anak
perempuan. Adikku yang tertua duduk di bangku SMP dan yang termuda duduk di
bangku SD kelas 2. Mereka adalah Ahmad Abhiel As-Shiddiq dan Muhammad Afdhal.
Dari 3 bersaudara, akulah yang memiliki nama tersingkat. 1 kata, Annisa. Saat
kutanya Bapak, Dia menjawab, “namamu adalah bagian dari surah Al-Qur’an.
Bukankah itu bagus?” katanya saat itu. Jadi, menyangkut nama, aku senang dengan
namaku! Annisa yang berarti Wanita atau Perempuan.
Mengenai riwayat Pendidikan, Aku bersekolah di Sekolah
unggulan dan itu sungguh membanggakan, sekaligus penuh tanggung jawab. SMA
Negeri 11 unggulan Pinrang, itulah sekolah yang akan menjadi tempatku mengejar
cita-citaku dan mewujudkan berbagai harapan yang tentunya harus kuraih. Aku
alumni SMP Negeri 1 Pinrang dan SD Negeri 8 Pinrang. Masa kanak-kanak ku
kuhabiskan di TK Aisyah Pinrang Barat. Bercerita mengenai cita-cita, seseorang
tidak akan terlepas dengan tempatnya berusaha untuk meraih cita-cita tersebut
termasuk Sekolah. Bagiku, Sekolah adalah tempat utuh untuk berlari mengejar
cita-cita. Begitulah mengapa bagiku riwayat pendidikan itu penting.
Cita-cita... hal yang menjadi mutlak untuk orang-orang yang
memikirkan masa depan. Maka, sepertinya Anak muda akan memiliki cita-citanya
masing-masing, termasuk Aku. Kurasa, cita-cita sama halnya dengan harapan,
cita-cita adalah bagian dari harapan, dan harapan seharusnya memang diwujudkan.
Dengan cita-cita, berbagai harapan-harapan yang akan diwujudkan muncul. Harapan
yang harus membuatku berusaha dan selalu berdoa. Karena, bagaimanapun itu,
bukankah sang kuasalah yang akan menentukan segala hal yang akan terjadi?
Mengenai cita-cita, Aku adalah orang dengan cita-cita yang
tinggi. Lagipula, cita-cita memang seharusnya setinggi langit ‘kan? Kalaupun terjatuh, kita akan terjatuh pada
salah satu bintang di Angkasa,
begitulah kata Pak Sukarno, salah satu tokoh yang namanya menjadi Biografi
Orang penting di Indonesia. Beliau memang tokoh yang memiliki harapan tinggi,
terlihat jelas dengan caranya membaca Proklamasi Indonesia, memperjuangkan
bangsa, dan memimpin Indonesia. Maka, Beliau adalah sosok yang memang cocok
dijadikan figur untuk meningkatkan semangat dan rasa pantang menyerah saat
mengejar cita-cita.
Seiring berjalannya waktu, Cita-cita membawa berbagai
harapan-harapan baru. Tentunya, harapan adalah hal yang juga harus dikejar dan
diwujudkan. Untuk mewujudkan sebuah harapan itu tidak akan mudah. Maka, Aku
akan berusaha keras untuk mewujudkan harapan dan Cita-citaku. Bermula dari
tingkatan SMA, masa yang akan menjadi awal mula dari mewujudkan cita-cita, aku
memilih untuk meninggalkan zona aman dan bersekolah di Boarding School atau
Sekolah asrama. Awalnya terasa berat, namun, dimana ada tekad untuk menjadi lebih baik, maka, disitulah
ada rasa yang kuat di dalam hati untuk bertahan ke depannya. Ada kata-kata yang menyebutkan “sukses itu
harus menjauhi zona aman!” Maka, aku benar-benar meninggalkan zona aman itu
untuk mewujudkan cita-citaku.
Harapanku yaitu dapat membanggakan Orangtua dengan menjadi
Siswa yang berprestasi di Sekolah. Aku ingat betul saat Mereka berkata,
“sekolah ‘lah yang tinggi Nak! Kamu akan jadi kebanggaan Kami!”. Bagiku,
menjadi kebanggaan Orangtua merupakan motivasi terbesar. Aku benar-benar ingin
melihat mereka menangis haru dengan kesuksesanku.
Cita-cita untuk 20 tahun ke depan! Sulit sekali untuk
tertebak akan jadi apa Kita untuk 20 tahun ke depan. Namun, selalu ada
cita-cita, maka, ada usaha untuk mewujudkannya. Jika Seseorang berkata,
“Apa kamu sanggup untuk lulus kuliah kedokteran? Atau STAN? Itu sulit!”. Maka,
Aku akan menjawab, “Aku memiliki cita-cita. Maka, Aku akan mewujudkannya! Insya
Allah dapat kuraih!” Lagipula,
apa yang tidak mungkin jika penciptamu menghendaki?
Bercerita mengenai awal mula aku memilih menjadi Dokter
adalah saat Aku melihat dokter yang mengobati pasiennya. Tutur para Dokter yang
lemah lembut dan terdengar bijak saat pasiennya berkonsultasi membuatku
berkeinginan besar untuk menjadi seperti mereka, juga saat mereka mengenakan
Jas Putih. Bagiku, menjadi Dokter juga pekerjaan yang melibatkan rasa ikhlas
yang tinggi untuk menghabiskan waktu demi mengobati orang lain. Sedangkan,
dalam hal perpajakan, aku berkeinginan untuk mendisiplinkan masyarakat dalam
hal Administrasi. Menjadi pegawai Administrasi Negara juga pekerjaan yang
diinginkan orangtuaku untukku.
Untuk 3 tahun ke depan, Aku memiliki harapan tinggi untuk
lulus kedokteran atau STAN. Di saat menjadi Mahasiswa, aku ingin mendapatkan
nilai yang tinggi dan mendapatkan Beasiswa untuk semester-semester selanjutnya
yang akan kujalani. Aku sangat ingin mewujudkan harapan orangtuaku untuk
menjadi pegawai administrasi negara!
Untuk beberapa tahun selanjutnya, Aku ingin menjadi Sarjana
dengan nilai tertinggi dan mendapatkan pendidikan lanjut S2. Beberapa tahun
setelahnya, Aku akan menjadi orang yang sukses dan memberangkatkan Orangtua
untuk Haji atau Umroh dengan pendapatanku sendiri. Insya Allah dapat kuraih!
Untuk 20 tahun ke depan, Aku akan menjadi orang yang sukses
dengan Pekerjaan yang dapat berguna bagi negara dan juga pekerjaan yang
menjamin kehidupanku selanjutnya. Selain itu, Aku juga ingin agar dapat berguna
untuk banyak orang dengan memiliki usaha yang juga sukses. Bukankah hal terbaik dari diri seseorang adalah
menjadi berguna bagi orang lain? begitulah mengapa aku ingin menjadikan kesuksesanku kelak
akan berguna bagi orang lain.
Untuk Cita-citaku 20 tahun ke depan, Aku akan meraihnya
dengan menjalani masa SMA yang merupakan langkah awalku untuk menjadi lebih
mandiri dan kuat mental untuk menghadapi rintangan yang akan kuhadapi demi
mewujudkan cita-citaku. Namun, kata salah satu guru yang kuanggap sebagai motivatorku,
beliaulah Pak Baharuddin, guru teladan dengan segudang prestasi lainnya. Beliau
berkata, “sekeras apapun
engkau giat belajar... jika Allah tidak menghendaki, maka, apa yang kau
cita-citakan tidak akan terwujud! Maka, berserah dirilah kepadanya!”. Jadi, untuk mewujudkan cita-citaku, Aku akan
selalu berdoa kepada Tuhan dan selalu giat untuk menuntut ilmu. Pak Bahar juga
berpesan agar para siswanya mengenakan kacamata kuda, maksudnya, Kita harus fokus pada tujuan dan berlari untuk
meraihnya tanpa harus melihat gangguan-gangguan yang datang. Terima kasih untuk motivasinya Pak! Saya benar-benar
senang dengan ajaran-ajaranmu mengenai harapan!
Semoga, cita-cita dan harapan kita semua dapat diwujudkan
oleh Allah SWT. Juga jangan lupa untuk menyertakan usahamu! Insya allah,
Cita-cita Kita semua dapat terwujud yah! Amien Ya Rabbal Alamin!
-sekian.
"Rengkuh
Tuhan dalam setiap kejadian hidupmu! karena segala hal yang dikehendakinya
tidaklah sia-sia semata!"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar