Kamis, 04 Agustus 2016

Cita-cita Dan Harapan 20 Tahun Yang Akan Datang.


“Cita-cita dan harapan
20 tahun yang akan datang”

Assalamu Alaikum WR.WB.
Namaku Annisa. Sekarang, Aku berumur 15 tahun. Itu artinya, Aku sudah duduk dibangku SMA. Aku adalah Anak sulung dari 3 bersaudara. Aku lahir di Pinrang, Kota asriku. Ayahku dan Ibuku asli Bugis. Jadi, Suku Keluargaku adalah Bugis. Dari 3 bersaudara, Aku adalah satu-satunya anak perempuan. Adikku yang tertua duduk di bangku SMP dan yang termuda duduk di bangku SD kelas 2. Mereka adalah Ahmad Abhiel As-Shiddiq dan Muhammad Afdhal. Dari 3 bersaudara, akulah yang memiliki nama tersingkat. 1 kata, Annisa. Saat kutanya Bapak, Dia menjawab, “namamu adalah bagian dari surah Al-Qur’an. Bukankah itu bagus?” katanya saat itu. Jadi, menyangkut nama, aku senang dengan namaku! Annisa yang berarti Wanita atau Perempuan.
Mengenai riwayat Pendidikan, Aku bersekolah di Sekolah unggulan dan itu sungguh membanggakan, sekaligus penuh tanggung jawab. SMA Negeri 11 unggulan Pinrang, itulah sekolah yang akan menjadi tempatku mengejar cita-citaku dan mewujudkan berbagai harapan yang tentunya harus kuraih. Aku alumni SMP Negeri 1 Pinrang dan SD Negeri 8 Pinrang. Masa kanak-kanak ku kuhabiskan di TK Aisyah Pinrang Barat. Bercerita mengenai cita-cita, seseorang tidak akan terlepas dengan tempatnya berusaha untuk meraih cita-cita tersebut termasuk Sekolah. Bagiku, Sekolah adalah tempat utuh untuk berlari mengejar cita-cita. Begitulah mengapa bagiku riwayat pendidikan itu penting.
Cita-cita... hal yang menjadi mutlak untuk orang-orang yang memikirkan masa depan. Maka, sepertinya Anak muda akan memiliki cita-citanya masing-masing, termasuk Aku. Kurasa, cita-cita sama halnya dengan harapan, cita-cita adalah bagian dari harapan, dan harapan seharusnya memang diwujudkan. Dengan cita-cita, berbagai harapan-harapan yang akan diwujudkan muncul. Harapan yang harus membuatku berusaha dan selalu berdoa. Karena, bagaimanapun itu, bukankah sang kuasalah yang akan menentukan segala hal yang akan terjadi?
Mengenai cita-cita, Aku adalah orang dengan cita-cita yang tinggi. Lagipula, cita-cita memang seharusnya setinggi langit ‘kan? Kalaupun terjatuh, kita akan terjatuh pada salah satu bintang di Angkasa, begitulah kata Pak Sukarno, salah satu tokoh yang namanya menjadi Biografi Orang penting di Indonesia. Beliau memang tokoh yang memiliki harapan tinggi, terlihat jelas dengan caranya membaca Proklamasi Indonesia, memperjuangkan bangsa, dan memimpin Indonesia. Maka, Beliau adalah sosok yang memang cocok dijadikan figur untuk meningkatkan semangat dan rasa pantang menyerah saat mengejar cita-cita.
Seiring berjalannya waktu, Cita-cita membawa berbagai harapan-harapan baru. Tentunya, harapan adalah hal yang juga harus dikejar dan diwujudkan. Untuk mewujudkan sebuah harapan itu tidak akan mudah. Maka, Aku akan berusaha keras untuk mewujudkan harapan dan Cita-citaku. Bermula dari tingkatan SMA, masa yang akan menjadi awal mula dari mewujudkan cita-cita, aku memilih untuk meninggalkan zona aman dan bersekolah di Boarding School atau Sekolah asrama. Awalnya terasa berat, namun, dimana ada tekad untuk menjadi lebih baik, maka, disitulah ada rasa yang kuat di dalam hati untuk bertahan ke depannya. Ada kata-kata yang menyebutkan “sukses itu harus menjauhi zona aman!” Maka, aku benar-benar meninggalkan zona aman itu untuk mewujudkan cita-citaku.
Harapanku yaitu dapat membanggakan Orangtua dengan menjadi Siswa yang berprestasi di Sekolah. Aku ingat betul saat Mereka berkata, “sekolah ‘lah yang tinggi Nak! Kamu akan jadi kebanggaan Kami!”. Bagiku, menjadi kebanggaan Orangtua merupakan motivasi terbesar. Aku benar-benar ingin melihat mereka menangis haru dengan kesuksesanku.
Cita-cita untuk 20 tahun ke depan! Sulit sekali untuk tertebak akan jadi apa Kita untuk 20 tahun ke depan. Namun, selalu ada cita-cita, maka, ada usaha untuk mewujudkannya.  Jika Seseorang berkata, “Apa kamu sanggup untuk lulus kuliah kedokteran? Atau STAN? Itu sulit!”. Maka, Aku akan menjawab, “Aku memiliki cita-cita. Maka, Aku akan mewujudkannya! Insya Allah dapat kuraih!” Lagipula, apa yang tidak mungkin jika penciptamu menghendaki?         
Bercerita mengenai awal mula aku memilih menjadi Dokter adalah saat Aku melihat dokter yang mengobati pasiennya. Tutur para Dokter yang lemah lembut dan terdengar bijak saat pasiennya berkonsultasi membuatku berkeinginan besar untuk menjadi seperti mereka, juga saat mereka mengenakan Jas Putih. Bagiku, menjadi Dokter juga pekerjaan yang melibatkan rasa ikhlas yang tinggi untuk menghabiskan waktu demi mengobati orang lain. Sedangkan, dalam hal perpajakan, aku berkeinginan untuk mendisiplinkan masyarakat dalam hal Administrasi. Menjadi pegawai Administrasi Negara juga pekerjaan yang diinginkan orangtuaku untukku.
Untuk 3 tahun ke depan, Aku memiliki harapan tinggi untuk lulus kedokteran atau STAN. Di saat menjadi Mahasiswa, aku ingin mendapatkan nilai yang tinggi dan mendapatkan Beasiswa untuk semester-semester selanjutnya yang akan kujalani. Aku sangat ingin mewujudkan harapan orangtuaku untuk menjadi pegawai administrasi negara!
Untuk beberapa tahun selanjutnya, Aku ingin menjadi Sarjana dengan nilai tertinggi dan mendapatkan pendidikan lanjut S2. Beberapa tahun setelahnya, Aku akan menjadi orang yang sukses dan memberangkatkan Orangtua untuk Haji atau Umroh dengan pendapatanku sendiri. Insya Allah dapat kuraih!
Untuk 20 tahun ke depan, Aku akan menjadi orang yang sukses dengan Pekerjaan yang dapat berguna bagi negara dan juga pekerjaan yang menjamin kehidupanku selanjutnya. Selain itu, Aku juga ingin agar dapat berguna untuk banyak orang dengan memiliki usaha yang juga sukses. Bukankah hal terbaik dari diri seseorang adalah menjadi berguna bagi orang lain? begitulah mengapa aku ingin menjadikan kesuksesanku kelak akan berguna bagi orang lain.
Untuk Cita-citaku 20 tahun ke depan, Aku akan meraihnya dengan menjalani masa SMA yang merupakan langkah awalku untuk menjadi lebih mandiri dan kuat mental untuk menghadapi rintangan yang akan kuhadapi demi mewujudkan cita-citaku. Namun, kata salah satu guru yang kuanggap sebagai motivatorku, beliaulah Pak Baharuddin, guru teladan dengan segudang prestasi lainnya. Beliau berkata, “sekeras apapun engkau giat belajar... jika Allah tidak menghendaki, maka, apa yang kau cita-citakan tidak akan terwujud! Maka, berserah dirilah kepadanya!”. Jadi, untuk mewujudkan cita-citaku, Aku akan selalu berdoa kepada Tuhan dan selalu giat untuk menuntut ilmu. Pak Bahar juga berpesan agar para siswanya mengenakan kacamata kuda, maksudnya, Kita harus fokus pada tujuan dan berlari untuk meraihnya tanpa harus melihat gangguan-gangguan yang datang. Terima kasih untuk motivasinya Pak! Saya benar-benar senang dengan ajaran-ajaranmu mengenai harapan!     
Semoga, cita-cita dan harapan kita semua dapat diwujudkan oleh Allah SWT. Juga jangan lupa untuk menyertakan usahamu! Insya allah, Cita-cita Kita semua dapat terwujud yah! Amien Ya Rabbal Alamin!



-sekian.
"Rengkuh Tuhan dalam setiap kejadian hidupmu! karena segala hal yang dikehendakinya tidaklah sia-sia semata!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar